Direktur Danum Pomolum Ungkap Penyebab Air Tidak Lancar dan Langkah Pembenahan Jaringan
PURUK CAHU, Pewarta Kalteng News— Direktur Danum Pomolum, Kelong SH, mengungkapkan bahwa gangguan distribusi air bersih yang terjadi selama ini disebabkan oleh berbagai faktor, terutama maraknya pemasangan pipa ilegal dan tingginya tunggakan pembayaran pelanggan.
Dalam wawancara yang dilakukan kelong di kantornya pada hari Rabu 14 januari 2026 menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendistribusian air, baik pada jaringan internal maupun jaringan luar.
“Permasalahan utama di jaringan luar adalah banyaknya pipa ilegal yang dipasang oleh oknum masyarakat secara sengaja maupun tidak sengaja, serta kebocoran pipa yang terjadi dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihak Danum Pomolum saat ini tengah melakukan penertiban pipa ilegal terhadap seluruh pelanggan, baik pelanggan lama maupun pelanggan baru. Pipa-pipa yang dipasang tanpa izin resmi akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, masalah lain yang turut memengaruhi kelancaran distribusi air adalah banyaknya pelanggan yang tidak tertib dalam melakukan pembayaran. Untuk itu, Danum Pomolum telah melakukan penagihan dengan mengirimkan surat peringatan pertama, kedua, hingga ketiga kepada pelanggan yang menunggak.
“Tunggakan ini cukup besar dan menjadi salah satu indikator utama mengapa distribusi air tidak maksimal. Sesuai Perbup Nomor 14, bagi pelanggan yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran akan dilakukan penutupan sementara,” tegas Kelong.
Ia juga menambahkan bahwa pelanggan yang memasang pipa ilegal akan dilakukan penutupan sambungan, sementara bagi pelanggan yang merusak atau melepas water meter diwajibkan datang ke kantor Danum Pomolum untuk membuat surat pernyataan. Menurutnya, water meter hanya boleh dipasang, dilepas, atau dipindahkan oleh petugas resmi Danum Pomolum.
Terkait permasalahan teknis, Kelong menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menggunakan mesin pompa lama karena pengadaan mesin baru sedang dalam proses pemesanan melalui Dinas PUPR. Harga mesin yang cukup besar menjadi salah satu kendala belum terealisasinya pengadaan tersebut.
“Saat ini juga ada gangguan pada pompa di Dirung Undai yang sedang diperbaiki di Mora TW. Sementara waktu kami menggunakan pompa dengan spesifikasi lebih rendah, sehingga tekanan air belum maksimal, namun pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Ia memperkirakan dalam waktu 4 hingga 5 hari ke depan, pompa yang diperbaiki tersebut sudah dapat dipasang kembali dengan spesifikasi yang sesuai, sehingga distribusi air dapat kembali normal.
Kelong juga menyebutkan bahwa sejumlah wilayah yang sebelumnya sulit mendapatkan aliran air kini sudah mulai terlayani, seperti Komplek DPRD di Bondang, wilayah Bondang, SMP Negeri 5, dan kawasan Harmony. Ke depan, pihaknya menargetkan wilayah Putri Singkang dan Dam dapat segera teraliri air bersih.
“Namun semua ini harus diimbangi dengan penertiban pipa ilegal dan kedisiplinan pelanggan dalam membayar tagihan, karena kebocoran air itu ada dua, yaitu kebocoran fisik dan non-fisik,” pungkasnya.(Dahli)
Posting Komentar