Musim Kemarau dan Karhutla Mengancam, Warga Murung Raya Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
PURUK CAHU, Pewarta Kalteng News– Menghadapi musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering, masyarakat Kabupaten Murung Raya diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran di lingkungan permukiman.(24/08/2026)
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Murung Raya, Rudie Roy, S.STP. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan menjaga keamanan lingkungan, baik dari ancaman karhutla maupun kebakaran rumah.
Menurut Rudie Roy, kondisi cuaca panas dan kering membuat berbagai material mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele sumber api sekecil apa pun, termasuk api dari aktivitas memasak, pembakaran sampah, maupun penggunaan peralatan listrik di rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk benar-benar memperhatikan sumber api di lingkungan rumah. Pastikan kompor sudah dimatikan setelah memasak, jangan meninggalkan rumah ketika kompor atau api masih menyala, dan periksa kembali peralatan listrik sebelum bepergian,” ujar Rudie Roy.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, tungku, lilin, obat nyamuk bakar, maupun peralatan lain yang dapat menjadi sumber api. Setelah digunakan, pastikan api benar-benar padam dan tidak berada di dekat benda-benda yang mudah terbakar.
Selain itu, masyarakat diminta memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah. Kabel yang rusak, sambungan listrik yang tidak aman, serta penggunaan stopkontak atau colokan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Kalau meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah mati, api sudah padam, peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dicabut, dan tidak ada sumber panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.
Untuk mencegah karhutla, Rudie Roy juga mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi cuaca kering seperti saat ini. Puntung rokok juga tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat memicu kebakaran di semak atau lahan yang kering.
Masyarakat yang menemukan titik api atau melihat kebakaran diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin. Penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Di tengah kondisi udara yang berpotensi dipengaruhi asap, masyarakat juga dianjurkan menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara menurun dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Rudie Roy menegaskan, Satpol PP dan Damkar Murung Raya bersama instansi terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran. Namun, pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan petugas, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari lebih peduli terhadap lingkungan dan keluarga, pastikan sumber api di rumah benar-benar aman, serta jangan melakukan pembakaran lahan,” imbaunya.
Ia berharap masyarakat Murung Raya dapat bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau sehingga potensi karhutla maupun kebakaran permukiman dapat diminimalkan.
Dengan kewaspadaan, kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan Murung Raya tetap aman, nyaman dan terhindar dari bencana kebakaran serta dampak kabut asap.
(Dahli)
Posting Komentar